QnA Covid-19 (Part 4)
Hallo Semuanya 👋
Hari ini aku akan kasih informasi kekalian mengenai QnA terkait Covid-19 dari blog sebelumnya.
untuk kalian yang belum baca part pertama QnA kalian bisa klik link dibawah 👇
disini terdapat 5pertanyaan dan jawaban, buat kalian selamat membaca~
1. Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh COVID-19 dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya?
👉 WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini beserta daftar negara yang terjangkit dapat dilihat melalui: Info Coronavirus WHO Online atau Arsip Berita Update Coronavirus.
2. Haruskah saya khawatir terhadap penyakit COVID-19 ini?
👉 Jika Anda tidak berada di wilayah terjangkit COVID-19, atau jika Anda tidak melakukan perjalanan dari salah satu wilayah tersebut, atau tidak melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala COVID-19 atau merasa kurang sehat, kecil kemungkinan Anda untuk tertular COVID-19. Namun, dapat dimengerti bahwa Anda mungkin merasa stres dan cemas tentang situasi yang terjadi saat ini. Tetaplah tenang dan jangan panik. Carilah informasi yang benar dan akurat tentang perkembangan COVID-19 agar Anda mengetahui situasi wilayah Anda dan Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang wajar.
Jika Anda berada di wilayah terjangkit COVID-19, Anda harus serius
menghadapi risiko tersebut. Selalu jaga kesehatan dan perhatikan
informasi dan saran dari Pemerintah dan pihak kesehatan yang berwenang.
3. Dalam kondisi sudah ada kasus di Indonesia, apakah aman bagi saya untuk bepergian?
👉 Saat ini tidak disarankan untuk bepergian kecuali urusan sangat penting, mendesak, dan memenuhi ketentuan berlaku sesuai SE Gugus Tugas Penanganan COVID-19 No.4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19
Bila bepergian tidak untuk urusan sangat penting dan mendesak,
dianjurkan tetap dirumah saja untuk membantu memutus rantai penularan di
Indonesia.
4. Apa itu Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) ?
👉 Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.
Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari
setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak
akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan
cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung
pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi
membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok.
5. Bagaimana cara mencapai kekebalan kelompok tersebut?
👉 Ada dua cara untuk mencapai kekebalan kelompok yaitu sebagian besar penduduk terinfeksi atau sebagian besar mendapatkan perlindungan dari vaksin.
Pengalaman dari beberapa penyakit menular infeksi tanpa vaksin bukan
cara yang efektif untuk mencapai kekebalan kelompok terutama pada
penyakit yang menyebabkan keparahan dan kematian yang tinggi. Hal Ini
disebabkan karena walaupun banyak orang dewasa telah mengembangkan
kekebalan karena infeksi sebelumnya, penyakit ini masih dapat menyebar
di kalangan anak-anak dan masih dapat menginfeksi mereka yang memiliki
sistem kekebalan yang lemah.
Selain itu, virus lain (seperti flu) bermutasi seiring waktu sehingga
antibodi dari infeksi sebelumnya hanya memberikan perlindungan untuk
jangka waktu yang singkat, tidak seumur hidup mereka.
Perlindungan dari vaksin merupakan cara yang efektif untuk mencapai
kekebalan kelompok. Contohnya adalah pada pengendalian penyakit
gondongan, polio, dan cacar air yang merupakan penyakit menular yang
dulunya sangat umum tetapi sekarang sudah jarang ditemukan di Indonesia,
karena sebagian besar penduduk di Indonesia sudah mendapatkan
perlindungan dari vaksin yang membantu membangun kekebalan kelompok.
Seringkali terjadinya KLB penyakit menular (yang dapat dicegah dengan
pemberian vaksin) ditemukan di kelompok masyarakat dengan cakupan
imunisasi (pemberian vaksin) yang rendah sehingga mereka tidak memiliki
kekebalan kelompok terhadap penyakit menular tersebut.

Komentar
Posting Komentar